Info Terbaru
Loading...
13 Februari 2014

12 Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil

Kamis, Februari 13, 2014
12 Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil
Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil – Jika Anda sedang hamil, “peringatan” untuk minum vitamin tak hanya datang dari dokter, suami tercinta, orangtua, atau keluarga. Orang-orang terdekat pun tak bosan-bosannya mengingatkan. 
Bukan tanpa alasan, karena vitamin adalah salah satu zat gizi yang penting untuk menunjang kehamilan. Tapi tahukah Moms, vitamin apa saja yang dianjurkan dan apa manfaatnya untuk kehamilan dan janin yang dikandung? Simak penjelasan dr. Dermawan C. Nadeak, SpGK, berikut.   


Vitamin A
Bumil memerlukan 700 RE (Retinoid Equivalent) Vit. A per hari, yang terdapat dalam sumber nabati, seperti sayuran berwarna hijau tua, buah-buahan berwarna kuning dan merah, wortel, ubi jalar, dan labu kuning. Pun bisa dari sumber hewani, seperti susu, mentega, keju, kuning telur, minyak goreng, dan ikan - misal, takaran yang dikonsumsi satu potong ikan tuna 100 gram.

Manfaat vitamin A, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh Moms, baik untuk penglihatan, menjaga kulit tetap sehat selama hamil, agar gigi tidak bermasalah sepanjang kehamilan, membuat rambut indah dan tidak mudah rontok, menguatkan kuku agar tidak gampang patah.

Sementara untuk janin, Vitamin A berfungsi untuk mencegah bayi lahir sumbing. Asupan vitamin A yang kurang selama hamil bisa memengaruhi kemampuan penglihatan, perkembangan paru-paru dan rangka janin, perkembangan jaringan lemak, perbanyakan sel tulang janin, perbaikan jaringan setelah melahirkan dan pencegahan infeksi.

Sementara kelebihan vitamin A menyebabkan osteoporosis, cacat lahir, toksisitas hati (keracunan hati), kesulitan melahirkan, kelahiran prematur.

Vitamin B Kompleks
Sumbernya dapat diperoleh pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan produk susu. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar berfungsi secara normal.

Vitamin B1 (thiamin)
Berguna membantu proses pencernaan, menjaga kesehatan lambung dan usus, meminimalkan mual muntah dan kembung, juga menyiapkan produksi ASI. Sumber vitamin B1 dapat diperoleh dari gandum, kacang-kacangan, hati, ragi, atau yeast. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu potong hati ayam.
Bila bumil kekurangan Vitamin B1 menyebabkan keletihan, lemah, hilang selera makan, gelisah, gangguan tidur, hilangnya refleks dan kontrol saraf, sembelit. Sementara kelebihan Vitamin B1 menyebabkan gemetar dan abnormalitas.

Vitamin B2 (riboflavin)
Sumber vitamin B2 diperoleh dari gandum, ragi, susu, keju, yogurt, telur, hati, sayuran hijau, brokoli, jamur, kacang almond. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu butir telur rebus. Gunanya membantu mengurai makanan, mencegah gangguan mata dan kulit, penting untuk pertumbuhan embrio di minggu pertama. Kekurangan vitamin B2 menyebabkan sudut bibir pecah-pecah, gangguan kulit sekitar hidung dan bibir, kepekaan terhadap cahaya berkurang. 

Vitamin B3 (niasin)
Gunanya untuk mengurangi mual dan muntah saat morning sickness, mencegah perdarahan, infeksi gusi juga membentuk sel otak janin. Sumbernya diperoleh dari gandum, sereal, ragi, susu, telur, hati, sayuran hijau, kacang tanah. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi: satu mangkuk sayur bayam. Kekurangan vitamin B3 menyebabkan kulit mudah rusak, mudah terserang diare, sering bingung dan mudah marah.

Vitamin B6 (piridoksin)
Gunanya membantu mencerna lemak dan asam lemak dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sumbernya terdapat dari gandum, ragi, hati, pepaya, kentang, jamur, pisang. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu buah pisang.

Vitamin ini dibutuhkan untuk membentuk protein dari asam amino, darah merah, saraf otak, dan otot-otot tubuh. Kekurangan vitamin B6 pada bumi menyebabkan anemia, kejang, gatal-gatal, gangguan ginjal, kulit bersisik. Sedangkan kelebihan Vitamin B6 menyebabkan kerusakan sistem saraf yang dapat menyebabkan kesulitan berjalan dan mengganggu pertumbuhan janin.
Vitamin B12 (kobalamin)
Untuk membentuk sel darah merah dan sistem saraf pusat janin. Ada pada gandum, ragi, hati, ikan, susu, kacang kedelai. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu potong tempe/tahu. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia fatal yang disebut Pernicious Anemia, terhambatnya perkembangan otak dan saraf janin, dan kehilangan nafsu makan. Kelebihan vitamin B12 akan menimbulkan kerusakan saraf, namun ini jarang terjadi.

Vitamin C
Vitamin ini bersifat antioksidan dan meningkatkan sistem imun. Terdapat dalam sayuran seperti brokoli, paprika dan bayam. Juga buah jeruk, pepaya, kiwi, dan tomat, jeruk, stroberi, buah segar, sayuran merah, kuning dan hijau. Gunanya membantu melawan infeksi, membentuk plasenta kuat, penawar racun, penyembuh luka dan infeksi dan membantu penyerapan zat besi di usus. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu buah jeruk dimana mengandung 65 mg vitamin C.

Kekurangan vitamin C menyebabkan anemia, mudah lelah, gusi berdarah, dan bibir pecah-pecah.  Kelebihan vitamin C menyebabkan mual, pusing, muntah, dan peningkatan jumlah urin.

Vitamin D
Dapat membantu penyerapan kalsium di usus dan masuknya kalsium dari darah dan jaringan ke sel-sel tulang untuk menguatkan tulang. Termasuk untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi. Bisa ditemukan pada minyak hati ikan, ikan berlemak, kuning telur, mentega, susu dan keju. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu potong ikan tenggiri. Kekurangan vitamin D menyebabkan  osteomalacia pada bumil dan rakitis pada bayi yang akan dilahirkannya. Sedangkan kelebihan vitamin D menyebabkan hilang nafsu makan dan timbul rasa mual.

Vitamin E
Berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu berguna menjaga keutuhan dinding sel, melindungi beberapa jenis asam lemak, melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Hal ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak nabati, gandum, kacang hijau, tauge. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu mangkuk bubur kacang hijau.

Kekurangan vitamin E pada BuMil menyebabkan anemia, menghambat perkembangan saraf dan otot janin, merusak sistem kekebalan. Sedangkan kelebihan vitamin E menyebabkan pendarahan dan tubuh menjadi lemah.

Vitamin K
Vitamin K dibutuhkan untuk membantu proses pembentukan darah, pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal. Kebanyakan sumber vitamin K di dalam tubuh adalah hasil sintesis bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K bisa didapatkan dari hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, dan sayuran sejenis kubis (kol), susu keledai, teh hijau, serta jenis-jenis makanan probiotik seperti yoghurt. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu mangkuk sup sayuran buncis, brokoli, kembang kol. Kekurangan vitamin K, yaitu darah sukar membeku sehingga bila terjadi perdarahan sulit dihentikan dan terhambatnya pertumbuhan tulang janin. Sedangkan kelebihan vitamin K dapat menyebabkan kerusakan otak janin dan sakit kuning.

Asam Folat (Vitamin B9)
Asam folat sebenarnya adalah vitamin B9, yang termasuk bagian dari vitamin B kompleks, jenis vitamin yang larut air. Dengan sifatnya yang larut air, vitamin ini tidak bisa disimpan lama di dalam tubuh karena setelah diambil oleh tubuh lalu dikeluarkan lewat urin. Gunanya untuk kesehatan janin dan mencegah cacat saluran syaraf (neural tube defects). Asam folat membantu pembentukan tulang belakang. Kekurangan asam folat bisa menyebabkan sumbing tulang belakang (spina bifida) - celah pada tulang belakang (vertebra). Sebab, vertebra gagal menutup atau gagal terbentuk secara utuh. Kekurangan asam folat juga menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, bayi lahir dengan berat badan rendah, sindroma down, dan keguguran.


Bayi mengalami kelainan pembuluh darah, rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah, menyebabkan plasenta lepas sebelum waktunya. Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada BuMil, kekurang asam folat menyebabkan meningkatnya risiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat. Asam folat bisa mencegah anemia. Zat besi yang dibutuhkan BuMil agar terhindar dari anemia, banyak terdapat pada sayuran hijau (seperti bayam, kangkung, daun singkong, brokoli, bayam, daun pepaya, asparagus), bit merah, daging, hati, kacang-kacangan seperti kacang kedelai, roti, dan sereal. Pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Roti dan susu juga mengandung asam folat tinggi karena kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi dengan asam folat. Contoh jumlah/takaran yang dikonsumsi, satu buah roti isi daging dan satu gelas susu.
loading...
Judul: 12 Vitamin yang Baik untuk Ibu Hamil; Ditulis oleh Kunci Hidup Sehat; Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang berkomentar di luar topik artikel (SPAM)
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

-KOMENTAR YANG MELANGGAR POIN-POIN DI ATAS TIDAK AKAN KAMI TAMPILKAN-

loading...
 
Toggle Footer