Info Terbaru
Loading...
25 Mei 2013

Risiko Kehamilan dan Cara Menanganinya

Sabtu, Mei 25, 2013

Risiko Kehamilan dan Cara MenanganinyaRisiko Kehamilan dan Cara Menanganinya - Ibu hamil manapun pasti ingin masa kehamilannya dilalui dengan lancar tanpa kendala apapun. Namun, tak semua seberuntung itu. Sebagian dari mereka terpaksa menjalani kehamilan dengan risiko yang tidak kecil akibat penyakit atau kondisi fisik si ibu sendiri, misalnya kondisi hamil dengan hipertensi, sakit jantung, atau obesitas
Berikut ini penjelasan lengkap dr. Cindy Rani Wirasti, SpOG, K-FER dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta.


- Hamil dengan Penyakit Jantung
Penyakit jantung sangat luas ragamnya. Mulai dari kelainan bawaan irama jantung, kelainan di katup, jantung bocor, atau gagal jantung.

Untuk bumil yang menderita sakit jantung, terlebih dulu harus diperiksa untuk mengetahui jenis penyakit jantung yang dideritanya.

Setelah diketahui termasuk dalam jenis penyakit jantung apa, bumil akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui tingkat sesak napasnya. Apakah hanya dengan berjalan saja bumil sudah merasa sesak napas, apakah sesak ketika naik tangga, atau ketika bekerja berat baru napas terasa sesak?

Untuk itu, bumil dengan sakit jantung harus dilihat lebih spesifik tingkat keparahannya, apakah grade satu, dua, tiga dan seterusnya.


Penanganan
Prinsipnya, perawatan selama hamil harus dilakukan dokter kandungan bersama dengan dokter ahli jantung agar pengawasan selama kehamilan lebih optimal. Jika semua fungsi organ tubuh bumil dalam keadaan baik, maka melahirkan normal bisa saja dilakukan.

Namun bila penyakit jantung sudah memasuki grade dua atau tiga, maka kelahiran harus dibantu dengan vakum atau bisa dengan tindakan sesar sekaligus bertujuan agar bumil tidak harus mengejan saat melahirkan. Selain itu, sepanjang kehamilan, bumil musti melakukan kontrol rutin dan teliti hingga waktunya melahirkan.

- Hamil dengan Hipertensi
Ibu hamil (bumil) dengan hipertensi adalah kasus yang paling banyak terjadi. Hipertensi adalah tekanan darah tinggi. Seorang wanita bisa mengalami hipertensi sejak awal sebelum hamil atau setelah hamil baru mengalami hipertensi.

Kehamilan dengan hipertensi bisa terjadi pada usia kehamilan berapapun. Pemeriksaan screening rutin biasanya akan dilakukan pada kehamilan 24 hingga 28 pekan.

Pada keadaan hipertensi, bumil juga bisa mengalaminya tanpa gangguan pada sistem ginjal dan hati secara keseluruhan. Namun, hipertensi bisa pula menjadi preeklamsi atau eklamsia atau preeklamsia berat.

- Preeklamsi adalah hipertensi disertai dengan kebocoran protein lewat ginjal, sehingga tekanan darah tinggi disertai protein urin positif, terkadang disertai dengan kaki yang bengkak walau belum tentu kaki bengkak adalah hipertensi dengan preeklamsi.

- Preeklamsia berat adalah kondisi dimana tekanan darah mencapai angka di atas 160 mmHg.

- Eklamsia adalah kondisi hipertensi disertai dengan kejang. Jika kejang terjadi sebaiknya harus segera diatasi dan diberi pertolongan karena bisa menyebabkan pendarahan otak dan meninggal.

Penanganan
Pada ibu hamil dengan preeklamsia, penanganan dilakukan dengan cara diobati dan melakukan pemeriksaan laboratorium secara lengkap, mulai dari pemeriksaan ginjal, fungsi hati, kadar elektrolit, serta protein di urin.

Jika bumil sudah berada dalam kondisi preeklamsia berat, maka kondisi bumil harus diterminasi atau bayi harus dilahirkan segera dalam waktu 2 x 24 jam terlepas dari kehamilan prematur atau tidak.

Karena setiap kehamilan adalah unik serta spesifik, maka setiap bumil dianjurkan untuk melakukan kontrol rutin dan teliti hingga waktunya melahirkan.


- Hamil dengan Obesitas
Kehamilan dengan obesitas dibagi menjadi obesitas ringan atau berat. Pada bumil dengan obesitas ringan tidaklah menjadi masalah. Umumnya yang berisiko adalah bumil dengan obesitas berat yang ditandai dengan indeks massa tubuh lebih dari 26.

Jika bumil mengalami obesitas berat, maka faktor asupan gizi yang dimakan oleh bumil harus stabil. Hal ini dimaksudkan agar berat tubuh bumil tidak bertambah namun gizi untuk janin tetap masuk.

Jika kebutuhan nutrisi ini tidak diperhatikan, maka kemungkinan asupan tersebut hanya diserap oleh tubuh bumil, namun tidak masuk ke janin. Jika hal ini terjadi, maka kelak bumil akan sulit melahirkan secara alami karena panggul tertutup lemak. Pun bila bumil melahirkan secara sesar, akan sulit karena tumpukan lemak yang tebal di daerah perut dan sekitarnya.

Penanganan
Konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk mendapatkan jalan terbaik selama kehamilan hingga nantinya melahirkan. Disarankan pula agar BuMil dengan obesitas berat untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinik perihal asupan selama hamil. Tak boleh lupa, lakukan kontrol rutin dan teliti hingga melahirkan.

- Hamil dengan Diabetes
Terdapat dua kondisi. Pertama, bumil yang sebelum hamil sudah menderita diabetes. Kedua, diabetes diderita saat wanita tersebut hamil atau yang biasa disebut diabetes pada kehamilan atau gestasional. Nah, yang terakhir ini menempati urutan kedua terbanyak terjadi setelah hamil dengan hipertensi.

Diabetes gestasional berdampak relatif lebih aman pada sang Ibu namun tidak pada sang jabang bayi. Harus dilakukan pengawasan ekstra agar pada saat lahir tidak mengalami hipoglikemi mendadak.

Hipoglikemi adalah suatu keadaan di mana kadar gula darah di bawah 60mg/dl. Sementara itu, kadar gula darah normal adalah 80-120mg/dl pada kondisi puasa, 100-180 mg/dl pada kondisi setelah makan.

Penanganan
- Suntik insulin. Karena selama hamil tidak boleh makan obat-obatan penekan gula darah yang merangsang produksi insulin, maka digunakan suntikan insulin. Dosisnya sesuai kebutuhan.

- Mengendalikan kontrol kadar gula dalam darah dengan menjalankan gaya hidup sehat. Bisa dengan beberapa cara seperti diet (misalnya mengurangi konsumsi makanan manis atau diet rendah karbohidrat), olahraga ringan (jalan kaki, berenang) dan cukup tidur.

- Selalu pantau ukuran janin dalam kandungan.

- Pada saat akan melahirkan, lakukan pemeriksaan kadar gula darah bayi. Hal ini untuk menghindari terjadinya hipoglikemi mendadak saat bayi lahir.

- Sebaiknya kontrol rutin dan teliti hingga melahirkan. (Sumber: Mom & Kiddie)
loading...
Judul: Risiko Kehamilan dan Cara Menanganinya; Ditulis oleh Kunci Hidup Sehat; Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
• Gunakanlah bahasa yang sopan dalam berkomentar
• Dilarang berkomentar di luar topik artikel (SPAM)
• Dilarang menggunakan link
• Dilarang promosi dalam kotak komentar (jika ingin memasang iklan silahkan hubungi kami)

-KOMENTAR YANG MELANGGAR POIN-POIN DI ATAS TIDAK AKAN KAMI TAMPILKAN-

 
Toggle Footer